Bukan Sekadar Slogan, Ini Sederet Aksi Nyata Program Kuningan Melesat di Lapangan

Bagi masyarakat Kabupaten Kuningan, jargon atau slogan politik di masa pemilihan tentu sudah bukan hal yang asing lagi. Namun, setelah pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kuningan periode 2025–2030, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. dan Hj. Tuti Andriani, S.H., M.Kn. resmi dilantik pada Februari 2025 lalu, publik menanti pembuktian dari visi besar mereka yang bertajuk "Kuningan Melesat".

Bagi yang belum tahu, MELESAT merupakan akronim strategis dari target pembangunan Kuningan ke depan: Maju, Empowering, Lestari, Agamis, dan Tangguh.

Bukan sekadar kata-kata indah di atas kertas, keseriusan duet kepemimpinan ini dibuktikan melalui peluncuran buku laporan capaian awal yang bertajuk Fondasi Kuningan Melesat. Buku tersebut memaparkan transparansi kinerja dan indikator makro yang mulai bergerak ke arah positif.

Lalu, apa saja aksi nyata dan kegiatan real yang sudah dirasakan langsung oleh masyarakat Kuningan di lapangan? Mari kita bedah satu per satu.

Sektor Infrastruktur: Gerakan Masif "Kick-Off" Perbaikan Jalan

Salah satu tantangan berat di awal masa jabatan adalah membenahi sekitar 200 km jalan kabupaten yang mengalami kerusakan dan sering dikeluhkan warga. Merespons hal tersebut, pemerintah daerah langsung tancap gas.

Dinas PUTR bergerak cepat mengeksekusi program Kick-Off Perbaikan Jalan Kabupaten. Fokus utamanya adalah penambalan lubang dan pengaspalan ulang jalan-jalan poros yang menghubungkan antar-kecamatan agar mobilitas warga dan ekonomi tidak tersendat. Selain jalan mulus, program ini juga mengakselerasi perbaikan Penerangan Jalan Umum (PJU) demi keamanan warga saat berkendara di malam hari. 

Source: https://rri.co.id/cirebon/regional/1848801/faq.html

Sektor Pertanian & Ketahanan Pangan: Program BERNAS hingga Bank Pupuk

Sebagai daerah agraris, urusan perut dan kesejahteraan petani menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar. Guna menjaga stabilitas pangan lokal, diluncurkanlah Program BERNAS. Melalui program ini, pemerintah membagikan bibit gratis dengan komoditas unggulan masa panen cepat (90 hari) kepada lebih dari 230 Kelompok Tani (Gapoktan).

Baru-baru ini Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, memperkuat validasi data penerima bantuan pertanian melalui verifikasi Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL) Bantuan Pupuk Hayati Cair (PHC) APBD Provinsi Jabar Tahun Anggaran 2026.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kuningan, Wahyu Hidayah, di Kuningan, Sabtu, mengatakan langkah tersebut dilakukan agar penyaluran bantuan pupuk hayati cair berjalan tepat sasaran dan memberi dampak optimal terhadap produktivitas pertanian.

Tak hanya itu, untuk mengatasi kelangkaan dan mahalnya harga pupuk di tingkat bawah, digulirkan program Bank Pupuk yang memberikan subsidi hingga Rp1 juta per petani. Upaya menjaga ketahanan pangan ini juga menyasar sektor perikanan darat melalui Program PAUS (Penebaran Bibit Ikan di Perairan Umum Sekitarnya), di mana jutaan benih ikan dilepaskan ke sungai dan embung desa. 


Sektor Pendidikan: Membentuk Karakter Lewat "Pagiku Cerahku"

Pembangunan di Kuningan tidak hanya soal fisik (benda mati), melainkan juga investasi pada Sumber Daya Manusia (SDM). Di bidang pendidikan, muncul gerakan unik bernama Pagiku Cerahku. Kebijakan ini mewajibkan para guru untuk sudah hadir di sekolah pukul 07.00 pagi guna menyambut langsung kedatangan para murid di gerbang sekolah, menciptakan ikatan emosional dan kedisiplinan sejak dini.

Di tengah dinamika zaman dan tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam setiap lini program dan layanan. Bagi kami, inovasi bukan lagi pilihan, tetapi sebuah keharusan demi mewujudkan layanan pendidikan yang adaptif, inklusif, dan bermakna bagi seluruh warga Kabupaten Kuningan. Ini Program unggulan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan.


Pelayanan Publik yang Transparan: Kanal Digital "Lapor Kuningan Melesat"

Aparatur sipil negara (ASN) kini dituntut bergerak lebih gesit. Pemerintah daerah meluncurkan kanal pengaduan langsung bagi masyarakat yang dinamakan Lapor Kuningan Melesat. Melalui kanal digital ini, warga bisa melaporkan berbagai kendala darurat, mulai dari jalan rusak, pelayanan BPJS yang bermasalah di rumah sakit, hingga indikasi pungutan liar (pungli). Laporan yang masuk akan langsung diintegrasikan ke SKPD terkait agar segera mendapat tindakan nyata.

Penutup

Melalui fondasi kuat yang mulai tertanam di berbagai sektor vital—mulai dari jalanan yang kian mulus, geliat optimisme para petani, penguatan karakter generasi muda, hingga birokrasi yang kian terbuka—akronim "MELESAT" perlahan bukan lagi sekadar pemanis janji kampanye. Langkah awal yang agresif dari duet Dr. H. Dian Rachmat Yanuar dan Hj. Tuti Andriani ini menjadi bukti nyata bahwa perubahan bukanlah hal yang mustahil. Namun tentu, lompatan besar ini tidak bisa dilakukan sendirian. Keberhasilan pembangunan Kabupaten Kuningan ke depan akan sangat bergantung pada sinergi, pengawasan, dan gotong royong seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal visi "Kuningan Melesat" menjadi realitas yang seutuhnya.

1 comment for "Bukan Sekadar Slogan, Ini Sederet Aksi Nyata Program Kuningan Melesat di Lapangan"

  1. Mantap mang, saya doakan tahun 2040 mamang terpilih jadi Bupati Kuningan. Biar semua keong yang ada di hawangan kuningan bisa jadi terlatih, hihihi.

    Salah satu ciri khas kuningan, jalananna walau kecil, tapi aralus nya mang. Teu nu ancur2 pisan. Makana mun maen ka pelosok ge, resep weh. Nikmat dan syahdu melewati setiap jengkalna.

    ReplyDelete