Bagian seru dari Liburan yang sering terlewatkan
Alhamdulillah pada tahun 2025 kami diberi kesempatan untuk pergi ke Yogyakarta. Setelah melalui diskusi panjang, diputuskanlah kami untuk naik kereta. Bagi kami perjalanan dengan kereta api itu bukan sekadar sarana transportasi yang mengantar dari satu tempat ke tempat tujuan saja, tapi justru jadi bagian seru diantara seluruh keseruan liburan itu sendiri. Oleh karena itu sebelum berangkat kami memastikan beberapa hal penting selain harga tiket tentunya, hahaha....
Karena ini sudah menjadi bagian penting dari liburan, kami ingin menikmati setiap kilometer pemandangan yang disuguhkan. Walaupun hanya melihat dari kaca kereta yang ukurannya tidak lebih besar dari SmartTV di masjid kami, tapi teater alam buatan Tuhan ini rasanya sayang untuk dilewatkan begitu saja. Jadi kami memilih waktu pemberangkatan pagi (supaya gak ketiduran dan gak gelap sepanjang perjalanan) meski kereta malam harganya jauh lebih murah.
Hal penting lainnya adalah jangan sampai mendapatkan Kursi Tanpa Jendela (Tembok). Tanpa mencari referensi terlebih dahulu, bisa-bisa kita mendapatkan situasi paling zonk, di mana nomor kursi yang didapat sejajar dengan pilar atau tembok kereta, bukan kaca jendela, sehingga pemandangan terhalang penuh.
Demi mendapatkan window seat, kami rela duduk terpisah. Yang penting semua bisa duduk dekat jendela tanpa terhalang tembok dan bisa bikin konten buka hordeng, hihi....
Tips memilih kursi dengan window seat dan tanpa terhalang tembok saya tulis di bawah yaa...
Naik Kereta RANGGAJATI dari Cirebon
Kami memilih Kereta Api Ranggajati dari Stasiun Cirebon Kejaksan untuk berangkat ke Yogyakarta. Waktu itu rangkaiannya masih menggunakan Mild Steel. Tepat setahun setelahnya, mulai 11 Januari 2026, KA Ranggajati tampil dengan wajah baru menggunakan rangkaian Stainless Steel New Generation (SSNG), lebih modern seperti kereta kelas Argo.
![]() |
| KA Ranggajati Rangkaian Lama dan Baru |
![]() |
| KA Ranggajati Berhenti di Stasiun Ciledug dan Kroya |
FYI: Asal nama Ranggajati diambil dari nama tokoh Cirebon, Ki Gede Ranggajati. Beliau dikenal sebagai pendiri Kecamatan Sumber yang kini menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Cirebon. Namanya diabadikan menjadi nama kereta api dan fasilitas publik seperti Stadion Ranggajati sebagai bentuk penghormatan atas jasanya.
Kami memilih kelas Economy, alhamdulillah nya pada relasi Cirebon - Yogyakarta KA Ranggajati menempati posisi ke 2 harga termurah: Rp. 240.000,- Hanya beda Rp. 5000,- dari KA Fajar Utama YK dengan kelas yang sama, dan durasi tiba yang cuma selisih 10 menit dari Fajar Utama YK, KA Ranggajati masih Worth it karena berangkatnya lebih pagi (KA Fajar Utama YK berangakat dari Cirebon pukul 10.36 terlalu sore tiba di Yogyakarta nya). Dengan KA Ranggajati, Cirebon - Yogyakarta ditempuh dengan durasi 4 Jam 41 Menit.
Demi menikmati teater alam dengan lebih mantap lagi maka ritual pertama yang di lakukan diatas kereta adalah: Ngopi! Ketika Mbak dan Mas Prami datang menjajakan makanan, tanpa ragu kopi langsung jadi pesanan utama. Kopinya sih sama aja pake kopi kemasan sachet cuma bedanya tulisannya jadi berubah, yang tadinya bertuliskan kopi kapal api menjadi Kopi Kereta.
Tips Memilih Kursi Dengan Window Seat dan Tanpa Terhalang Tembok (Economy Class)
Cari Tahu Kereta yang akan anda tumpangi itu menggunakan rangkaian jenis apa? Anda bisa mencari informasi di internet cukup dengan kata kunci misalnya: Kereta Ranggajati menggunakan rangkaian apa? karena tiap jenis rangkaian kereta memiliki konfigurasi kursi yang berbeda.
Jenis - jenis rangkaian kereta api Ekonomi. Sumber: kai121
Ekonomi New Image, Ekonomi Premium, Ekonomi Premium Retrofit, Ekonomi Premium Difabel, Ekonomi Premium Stainles Steel, Ekonomi New Generation (Retrofit), Ekonomi New Generation Stainless Steel (SSNG).
Fahami konfigurasi ini, AB-CD berarti kursi yang huruf A dan D adalah kursi yang nempel jendela (window seat), sedangkan B dan C adalah kursi lorong (aisle seat).
Nah ini dia denah kereta ekonomi lengkap, pastikan anda tidak mendapat kursi zonk tanpa pemandangan. Sumber: Cinta Kereta Api Indonesia
Nah apa temen - temen juga ada yang seperti saya, harus dapet Full Window saat naik kereta? Silahkan jungkir balik di kolom komentar..png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
Aduh Maaang
ReplyDeletePas banget dah tuh lagi diskusi sama suami soal ini
Mau trip ke Jogja soon pengennya tuh yang full window jadi anak wedok kalau lagi latihan soal di kereta tidak sumpek amat karena bisa lihat pemandangan
Ah ah begitu toh tips-nya
Baik deh kalau gitu semoga rezeki kami ya
((Teater Alam Buatan Tuhan))
ReplyDeleteaduhai, magis bangettt kalimat ini 💃🙏
aku juga sukaaaa naik sepur.
kapan hari aku naik Ranggajati dari st Gubeng Surabaya menuju st Tugu Jogja.
kok kita ngga ketemu ya Mang? qkqkqkqj.
tapi memang naik KA tuh udah jadi menu traveling yg relaxing dan bisa release stres bangettt sik.
Setuju sama Mba Nurul, ((Teater Alam buatan Tuhan)) dinikmati dengan kopi yang berubah labelnya maka perjalanan ke Jogja makin mantap hahaha..
ReplyDeleteSejujurnya belum pernah ke Jogja naik kereta, naik kereta pernahnya ke Solo, Malang, Semarang dan Surabaya. Ini sudah direncanakan namun sayangnya kesibukan masing-masing jadi belum terealisasi. Nuhun Mang ceritanya iya juga ya kudu prepare biar dpt Full Window apalah daya kalau dpt tembok :D perjalanan bikin ga mood
Team window seat langsung tunjuk jari sie aku hahahah...paling suka juga naik kereta karena bisa duduk santai, makan minum with the view yang berubah-ubah..kadang sawah pegunungan kadang juga deretan rumah penduduk...
ReplyDeleteAku belum pernah ke cirebon jadi belum pernah nyobain kereta ini seringnya sie ke jakarta ya kalo naik kereta atau ke beberapa daerah di jawa timur..dan selalu suka tiap naik kereta ;)
Aku tuh sukaaa mas naik KA. Tapiiii selama ini tiap naik KA ke Jogja dan solo, pasti naik yg malam, JD sampelnya pagi 🤣🤣. Soalnya biasa pergi Jumat pas balik kantor. Itu kenapa ga pernah pagi berangkat.
ReplyDeleteTapi june besok aku bakal ke bandung naik kereta panoramic . Jadi memang bakal puas sih liat pemandangan nyaaa ❤️❤️❤️. Mungkin nanti kalau mudik solo lagi aku bakal cari yg jam pagi deh, supaya bener2 nikmatin view
Aku tim window seat juga! Sebagai konsumen kereta api tiap pulkam dari Surabaya ke Malang, aku rasa ini info yang berguna banget kalo suatu saat mau plesiran ke luar kota yang lebih jauh. Tapi jujur, belum pernah naik gerbong stainless steel new generation 😭 Kapan-kapan deh, insyaAllah, kalo ke Jakarta misalnya.
ReplyDeleteJangankan jarak jauh, Sby-Mlg yang naik commuter line aja aku sebisa mungkin booking yang mepet jendela dan 2 seat. Soalnya bawa bocil, jadi dia selalu yang window seat. Walaupun sepanjang perjalanan dia ngoceh sendiri udah kayak radio bunyi otomatis, tapi ini memudahkan emak-emak mengondisikan anak di dalam kereta sih, jadi lebih anteng dan nggak rungsing wkwk. Ya gitu, dia sibuk dan asik nge-react pemandangan di luar jendela.
Kalau saya tipe yang nggak masalah dapat jendela penuh atau enggak hehehe... Hanya saja kalau pergi berempat, sebisa mungkin nyari kursi yang bisa berhadapan. Biar lebih gampang gitu koordinasi sama suami buat handle anak-anak.
ReplyDeleteTapi tips ini menarik sih. Mungkin kalau saya pergi sendirian dan pengen ngonten bakal cari yang full jendela. Apalagi kalau perjalanan siang ya. Masyaallah sekali pemandangannya.
Saya juga paling happy kalau kebetulan naik kereta dapat kursi pas jendela. Apalagi saya sukanya perjalanan pagi sampai sore. Jadi bisa lihat pemandangan .
ReplyDeleteTapi dulu masih bnyak penumpang yang ga tau aturannya, kalau kursi A dan D dekat jendela, lalu B dan C itu lorong. Pokoknya siapa duluan naik, pasti duduk yang dekat jendela hehehhe
Mantul Mang, kami juga kalau bepergian milih2 seat gitu. Biasanya sampai dibelain nonton review di YouTube orang biar tahu gambaran keretanya kyk apa :D
ReplyDeleteBTW nggak tahu kenapa makanan atau minuman yang disajikan di kereta apalagi perjalanan jarak jauh tu beda. Kopi, teh, bisa terasa beda. Satu lagiiii, yakni pop mie, nggak tahu mengapa kalau disantap di atas KA tu rasanya bisa berkali2 lebih nikmat :D
dulu waktu masih tinggal di Jawa, naek kereta jarak panjang jadi kebiasaan kalau mau kemana mana. Paling seneng kali jam keberangkatan senja, karena bisa mengejar sunset sekaligus juga sunrise. Nyari yang deket jendela sih.
ReplyDeleteemang ya perjalanan itu bukan cuma soal sampai di tujuan, tapi tentang menikmati setiap kilometer teater alam di balik jendela.
Tips memilih kursinya sangat membantu, apalagi buat yang hobi bikin konten atau sekadar ingin healing maksimal tanpa terhalang tembok "zonk". Rangkaian New Generation memang juara nyamannya untuk kelas ekonomi.
Wih, mantap nih sampe dibikin gambar ilustrasinya juga ya sama KAI mana kursi yang dapat jendela full, jendela setengah, smapai yang gak dapet jendela.. Jadi pas pesan kita nggak bakalan zonk..
ReplyDeleteKalau nggak dapat jendela tuh emang rasanya sumpek ya Mang.. Lagian kan kapan lagi bikin konten buka horden jendela kereta ya.. Ahaha Aku juga gitu soalnya kalau di kereta pasti videoin jendela... :D
Kereta api new generation ini lebih nyaman ya dibandingkan ekonomi yang lama, ga enak banget pas dapat kursi yang isi 3 orang itu, sempit euy. Kalau pas perginya ma saudara sendiri masih enak, la kalau sebelahnya orang asing kan ga nyaman.
ReplyDeleteKalau saya tipe yang harus dekat jendela jadi enak bisa lega lihat pemandangan tapi berhubung sekarang jadi emak jadi saya sama suami duduk yang di sisi lorong demi jaga kiddos
Seru banget baca pengalaman liburan ke Jogja naik kereta ini! Memang naik kereta itu punya vibes tersendiri, apalagi bisa menikmati perjalanan tanpa harus capek nyetir dan lebih santai. Setuju juga kalau persiapan tiket dari jauh-jauh hari itu penting, karena biasanya cepat habis saat musim liburan . Selain itu, perjalanan naik kereta juga enak karena relatif nyaman dan tepat waktu, jadi lebih bisa diandalkan untuk rencana trip . Cerita seperti ini jadi bikin makin pengen ikut liburan ke Jogja juga
ReplyDeleteDaku ke Jogja pernahnya pakai Bus, Mang. Kalau pakai kereta belum pernah.
ReplyDeleteNah Full Window bikin perjalanan gak bosan ya Mang, soalnya tuh sekalian healing juga gak sih, ketimbang meratiin masing-masing penumpang yang mungkin saja mereka tak ingin untuk diperhatikan karena kitanya bukan siapa-siapa, laahhh wkwkwk
Nah iya, jadi inget pas ke Semarang naik kereta api, ternyata Alhamdulillah berangkat dan pulang dapat tempat duduk with jendela full, sungguh hoki karena jujur tak paham cara memilih tempat duduk yang bisa dapat view cakep.
ReplyDeleteUntungnya, Mamang bagikan cara dapatkan bangku spesial tersebut ya.
Alhamdulillah banget sih KA kalau yang udah new generation super nyaman ya, sangat lebih manusiawi.
Jadi nambah wawasan nih kalau nama KA Ranggajati diambil dari tokoh penting di Cirebon. Keren dan respect sekali.
Naik kereta api tuh spesial karena suguhan pemandangan sepanjang jalannya, terus di Ka Bisa we time, bonding. Mantul deh pokoknya. Perjalanan ke Jogja makin berkesan.
Saya saliinnn gambarnya. Punya anak railfans jadi informasi mengenai kekeretaan ini wajib banget dikeep.
ReplyDeleteDulu sy pikir nanaonan sih ribet ama.jendela, paling juga naik kereta moloorr. Tapi yaa mmg berasa rugi juga kalo notok jedok liat tembok, minimal liat sunset dan sunrise kalau jarak jauh tuh.
Belum pernah nih naik KA Ranggajati. Secara aku bukan warga Cirebon sih ya. Hehe. Tapi kalo singgah di Cirebon mah selalu, meski ga turun kereta. Tetap di kereta krn transit. Hehe. Kan kereta Jkt, relasi Jateng-Jatim selalu berhenti di Cirebon. Dan pasti aku penasaran sampe skrg, kyk gmn tuh Cirebon sbnrnya dgn mata kepala sndiri. Kyknya ntr hrs minta temenin mang Duyeh deh buat explore Cirebon. Hehe.
ReplyDeleteDan pasti, aku jg selalu pilih tempat duduk dkt jendela, baik naik bus, kereta hingga pesawat. Alasannya ya selalu tenang aja kalo lihat pemandangan gt. Meski hrs hati2 aja krn dulu msh sering tuh ada yg ngelempar batu ke kaca jendela kereta. Untung aja aku ga kena.
Kalau saya pastinya pengen dapat yang full Window dan yang searah kereta ya. Cuma 2 kali naik kereta pas di Jawa 2 kali juga salah pilih seat dapat yang posisinya mundur melulu. Hihi
ReplyDeleteAih geuning 200an keneh, murah keneh atuh mang. Saya terakhir pas ke Yogyakarta kayaknya gak semurah itu euy. Apa karena berangkatnya dari Pasar senen kali ya? hihihi.
ReplyDeleteEnak kalo udah dapet rangkaian New generation mah mang. Kursinya proper, nyaman, dan nggak berasa sempit juga. Nggak kayak kereta zaman hebeul yang kursinya masih berdiri tegak dan beradu dengkul, hihihi.
Ah, iraha ka Jogja deui mang? Hayu lah, kapan2 cuang melipir ka malioboro,
jalan-jalan ke payakumbuh
pulang-pulang ketemu amin rais
Paling enak sampe jogja pas subuh
Kelar Shalat bisa ngeliat sunrise
Perjalanan panjang emang paling asik naik kereta dengan view jendela
ReplyDeleteBiar bisa menikmati pemandangan alam selama perjalanan
Jadi hepi nggak terasa terus sampai deh
Wah bisa diantisipasi ya jangan sampai dapat kursi tanpa jendela dan biasanya ituu paling belakang suram banget..terimakasih tipsnya Mang, sudah lama ngga naik kereta.. kangen...
ReplyDeleteAkutu suka bingung sama KAI karena yang new stainless steel ini kan hanya penampakan luar yaa.. tapi memang jadi super keceee siiyh..
ReplyDeleteSkarang tuh kalo naik KA suka ada infonya tentang menghemat karbon sampe berapa banyak dibandingkan bawa kendaraan sendiri. Jadi berasa turut menjaga kelestarian lingkungan, meski dari hal-hal sederhana.
Mang kerenn siiyh..
Mencari tau arti makna si nama kereta. Adekku lebih gabut lagii.. sak nomer kereta, dia kudu tau buat referensi si kereta dibuat dimana dan bobok dimana.
Huhuu..Uda the real anker yaak..
((Anak kereta))
Selalu seneng baca detail tentang kereta tuh. Walau kayanya udah lama banget ga pernah naik kereta ke luar kota (selain KRL Jabodetabek).
ReplyDeleteKalau ada denah kursinya gini jadi tau deh mau pilih yang mana. Nuhun pisan Mang!
Kalau kebagian window seat itu memang senangnya wow banget deh, kapan lagi bisa dapat pemandangan indah sepanjang jalan dengan duduk di window seat ini. Ini mengurangi banget rasa pegel berjam-jam dengan melihat pemandangan indah dari jendela kereta
ReplyDeletekadang aku ga merhatiin posisi kursi saat mau beli tiket, ehh tau-tau dapet yang no window :D
ReplyDeleterangkaian Ranggajati sekarang udah bagus menurutku, gerbong yang ekonomi premium aja kursinya juga udah enak.
aku sendiri gak bisa bedain beda dan jenisnya gerbong-gerbong kereta sekarang ini, ada yang disebut gen sekian dan sekian. taunya pokok pas naik, gerbongnya baru dan nyaman :D