Tidak Semua Orang Baik-Baik Saja—Sebagian Hanya Sedang Bertahan
Banyak orang terlihat baik-baik saja.
Mereka tetap bekerja, tetap tersenyum, tetap menjalani hari seperti biasa. Dari luar, tidak ada yang tampak berbeda.
Namun, di balik semua itu, tidak sedikit yang sebenarnya sedang berjuang. Bukan untuk menjadi lebih hebat, melainkan hanya untuk tetap bertahan.
Inilah yang sering luput kita sadari—bahwa di tengah kehidupan yang terus berjalan, banyak orang tidak benar-benar “baik-baik saja”.
Sebagian dari mereka… hanya sedang menjalani survival.
| seorang siswa Pecinta Alam sedang praktek ilmu survival |
Apa Itu Survival? Pengertian, Prinsip SURVIVAL, dan Cara Menerapkannya dalam Kehidupan Sehari-hari
Survival dalam Arti Harfiah
Secara sederhana, survival adalah kemampuan untuk tetap hidup dalam kondisi sulit atau berbahaya.
Dalam konteks ini, survival berkaitan dengan:
memenuhi kebutuhan dasar seperti air, makanan, dan tempat berlindung
memahami lingkungan sekitar
serta memiliki keterampilan untuk menghadapi situasi darurat
Di dunia nyata, terutama dalam kondisi ekstrem, survival bukan hanya soal fisik, tetapi juga tentang ketenangan berpikir dan kemampuan mengambil keputusan.
Dalam Organisasi Pecinta Alam, Pendidikan Militer atau dalam lingkup para penggiat alam bebas, Survival merupakan Materi paling penting yang tidak boleh terlewatkan.
Siswa Pecinta Alam belum bisa dikatakan lulus atau diterima menjadi anggota penuh jika belum mempraktekan Ilmu Survival di hutan, gunung, atau alam bebas lainnya.
Begitu pula dalam dunia Militer, untuk mendapatkan grade Komando, para prajurit akan diterjunkan langsung ke medan tertentu tanpa perbekalan untuk melatih cara bertahan hidup jika terjadi pertempuran.
| Belajar Ilmu Survival di alam bebas |
SURVIVAL, Sebuah kata yang mendalam
Seorang Pecinta Alam dalam berkegiatannya di alam atau seorang prajurit dalam tugasnya di lapangan akan menggunakan prinsip ini jika ingin 'Selamat' atau 'Aman'
S — Size Up the Situation
Amati situasi dengan tenang sebelum bertindak. Keputusan yang baik selalu diawali dengan pemahaman yang tepat.
U — Undue Haste Makes Waste
Jangan terburu-buru. Keputusan yang tergesa-gesa sering kali membawa masalah baru.
R — Remember Where You Are
Sadar akan posisi dan lingkungan sekitar sangat penting untuk menentukan langkah selanjutnya.
V — Vanquish Fear and Panic
Rasa takut itu wajar, tetapi panik bisa berbahaya. Pikiran yang tenang adalah kunci bertahan.
I — Improvise
Gunakan apa yang tersedia. Kreativitas menjadi sangat penting dalam kondisi terbatas.
V — Value Living
Keinginan untuk hidup adalah fondasi dari semua usaha bertahan.
A — Act Like a Native
Beradaptasi dengan lingkungan. Belajar dari kondisi sekitar adalah cara terbaik untuk bertahan.
L — Learn Basic Skills
Keterampilan dasar seperti membuat api, mencari air, dan berlindung bisa menjadi penentu hidup dan mati.
| Learn Basic Skill |
Survival sebagai Falsafah Hidup
Menariknya, prinsip-prinsip ini tidak hanya berlaku di alam liar. Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga bertempur menghadapi berbagai tantangan—meskipun bentuknya berbeda.
Tekanan pekerjaan, masalah pribadi, ketidakpastian masa depan, hingga kelelahan mental adalah “medan survival” versi modern.
Di sinilah survival berubah makna.
Ia bukan lagi sekadar bertahan hidup, tetapi menjadi cara untuk tetap berjalan di tengah tekanan hidup.
Memaknai SURVIVAL dalam Kehidupan Sehari-hari
Jika diterapkan dalam kehidupan modern, prinsip SURVIVAL bisa dimaknai sebagai:
Size up the situation → berpikir sebelum bertindak
Undue haste makes waste → tidak gegabah dalam mengambil keputusan
Remember where you are → sadar diri dan memahami posisi
Vanquish fear and panic → mengelola emosi dan kecemasan
Improvise → fleksibel menghadapi keterbatasan
Value living → memiliki alasan untuk terus melangkah
Act like a native → mampu beradaptasi dengan perubahan
Learn basic skills → terus belajar dan berkembang
Dengan pemahaman ini, survival menjadi sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari.
Survival: Falsafah yang Realistis
Survival adalah falsafah hidup yang tidak muluk-muluk.
Ia tidak menuntut kesempurnaan, tidak menjanjikan kemudahan, dan tidak memaksa kita untuk selalu kuat. Sebaliknya, survival mengajarkan bahwa:
hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana
kelelahan adalah hal yang manusiawi
dan bertahan adalah bagian dari proses
Namun, penting untuk diingat bahwa hidup bukan hanya tentang bertahan.
Kita tetap perlu memberi ruang untuk:
beristirahat
menikmati momen kecil
dan menghargai diri sendiri
Karena tanpa itu, survival bisa terasa seperti beban yang tidak pernah selesai.
“Tidak semua langkah harus besar. Selama kamu masih bergerak, kamu masih berjuang.”
Prinsip hidup survival bisa jadi penyemangat, apalagi di tengah isi global seperti sekarang yang dar der dor dah.
ReplyDeleteDan tanpa disadari sebenarnya diri kota ini sudah pakai prinsip survival itu dengan bertahan hidup (di tempat kerja/sekolah/kampus/lingkungan rumah)
Mantap, sekarang coba bikin akronim dari kata B A H L I L mang. Siapa tau ada filosofi yang lebih dalam lagi.
ReplyDeleteKalau saya jujur, setiap hari ini memang dalam posisi bertahan dan survival. Apalagi di Jakarta ya, kudu siap tahan banting dengan segala tuntutan dan kerjaan. Apapun yang bisa jadi cuan, hajar! Kalo nggak gitu, yang ada kita yang tumbang dan dikalahkan oleh zaman.
Punya sendal bawahnya dah robek
gaenak rasa eh dipake jalan
Generasi milenial gada yang lembek
Sejak kecil hidupnya penuh tekanan
Setuju, survival bukan cuma soal fisik, tapi keknya lebih kesiapan jiwa saat kondisi tu carut marut.
ReplyDeleteBTW quote terakhir menarik. Kadang tu ngrasa kok kayak nggak ke mana2 yaa, sementara beberapa orang yang kita kenal udah ke mana2, dalam hal karier, pencapaian dll. Kadang diri ini masih hidup aja kek merasa bersyukur. Apalagi di era sekarang. Kyk merasa sebenarnya ma orang gila yang keliling di jalan tu udah kek mirip2, bedanya eike malu dan nggak ada tenaga buat keliling aja wkwk.
Suka banget dengan artikel ini, survival bukan hanya bertahan. duh dalem banget ini maknanya. Setiap orang emmpunyai caranya masing0masing untuk bertahan.
ReplyDeleteTak mengapa tak perlu membandingkannya dengan orang lain, yang penting terus bergerak walaupun perlahan karena bergerak merupakan tanda kehidupan. Kita tidak sedang berpascu dengan apapun atau siapapun karena hidup bukan arena pacu.
Lakukan yang terbaik versi kita itu merupaka cara bertahan yang kita bisa lakukan saat ini, bukan
Iya ya
ReplyDeleteKadang tuh udah kena mental banget kalau dianggap gak ngapa-ngapain padahal ya di sini juga berusaha untuk tetap bergerak dengan menulis atau memastikan anak anak sudah tercukupi kebutuhannya
Di tengah ekonomi yang ga stabil ini, sangat butuh mental sehat agar bisa survive tanpa menghasilkan sakit
SURVIVAL
ReplyDeleteIni beneran "mantra" dan filosofi hidup yg berlaku di semua sektor ya
apalagi setelah Mang Duyeh jabarkan..makin paham kalo tiap orang wajib implementasikan semangat SURVIVAL.
Biar always waraasss😻💪
Menurut saya, semua manusia di dunia ini sedang melakukan survival sambil menunggu kematian datang. Karena sejatinya, tidak ada manusia yang hidupnya mudah. Semua pasti mendapatkan ujian dan cobaan sesuai kemampuannya masing-masing.
ReplyDeleteTapi kalau percaya semua yang terjadi di dunia ini sudah diatur, maka lebih cocok disebut menjalani hidup daripada bertahan hidup. Nikmati saja apapun jalannya. Hahaha ngomong apa sih saya ini. Piss mang 😆
Heee baru tahu SURVIVAL itu merupakan singkatan dari itu, eh enggak ya? dicocok-cocokin aja gitu ya? Tapi bener semua kok itu relate kepanjangannya.
ReplyDeleteSurvival ini erat kaitannya dengan relisiens, tiap orang perlu punya ketangguhan ini untuk menjalani hidup. Dalam titik atas maupun bawah, manusia cuma berusaha bertahan hidup dari zaman ke zaman.
masya Allah petuah yang mahal sekali pa guru, dengan tagline yang super ini rangkumann mengenai apa sebenarnya bertahan
ReplyDeletetntang bertahan dalam kehidupan memiliki makna mnerima tkdir bener ga sih , kita diksih cerita sama pemiliknya dengan seribu ceritanya dan di dlam nya ada mode berthan atau berserah dengan ihtiar yg ihllas
Saya setuju sekali ini. Saat ini menurut saya hampir 75 persen orang sedang tidak baik-baik saja. Bahkan mungkin saya hehehe. Dan kenyataannya, hidup memang sawang sinawang. Maksudnya saya lihat keadaan orang lain kayaknya enak, padahal di dalamnya penuh perjuangan juga. intinta setiap orang punya masalah masing-masing.
ReplyDeleteSeringkali kita terlalu keras pada diri sendiri untuk selalu terlihat "hebat", padahal berhasil melewati hari yang berat saja sudah merupakan pencapaian luar biasa.
ReplyDeleteSaya sangat setuju dengan poin Vanquish Fear and Panic. Di tengah tekanan hidup modern, menjaga ketenangan pikiran memang kunci utama agar tidak kehilangan arah.
Prinsip SURVIVAL ini ternyata fleksibel sekali, ya..... bisa jadi panduan teknis di gunung, sekaligus pegangan mental di dunia kerja atau keseharian.
Suka banget sama kata² endingnya. Nggak perlu ngoyo selama masih bisa jalan, itu pun tetap hidup. Kurang lebih kayak gitu ya Mang. Hehehe..
ReplyDeleteKata² yang biasanya ketemu di kamus, kalau dipikir² malah punya makna² penting. Jadi inget salah satu kata² kayak Bhineka dan semacamnya. Saya inget dulu belajar linguistik bahwa kata² yg ada seringkali wujud dari keseharian sederhan dan lama² jadi kompleks karena masa/waktu.
Termasuk dengan kata Survival itu.. 😍